DONGENG TATAR SUNDA

Adakah generasi muda Sunda yang belum mengenal dongeng-dongeng cerita lisan masyarakat Sunda, yang dikenal "DongengTatar Sunda"?

Mungkin ada yang menjawab, penting ga sih? Atau "wahh, ude lupa tuh!!".

Artikel kecil ini dimaksudkansebagai remind us. Dan juga untuk adik-adik yang sedang sibuk mencari informasi demi PR dari gurunya. Atau yang memang sedang rajin ingin tahu. 

Bismillah, lanjutkan bacanya yah! ^_^

Hehe, tapi sebelumnya, maaf ya, dear reader, penulis belum bisa mengetik kalimat berbahasa Sunda. Maklum, ngetiknya pakai portable gadget yang keyboardnya seadanya.

Nah, di artikel pertama ini, ijinkan saya menyebutkan, apa saja Dongeng Tatar Sunda, yang penulis baca dari buku di yang covernya ada di foto artikel ini yah.

Ini dia Dongeng-dongeng Tatar Sunda:
1. Ciung Wanara (dari Ciamis)
2. Prabu Kean Santang (dari Cianjur)
3. Situ Bagendit (dari Garut)
4. Nyi Roro Kidul  (dari Tasikmalaya)
5. Dayang Sumbi (dari Cirebon)
6. Prabu Geusan Ulun (dari Sumedang)
7. Situ Patenggang (dari Bandung)
8. Curug Caweni (dari Sukabumi)
9. Dewi Sri (dari Tasikmalaya)
10. Nyi Rambut Kasih (dari Majalengka)

Tentu, tidak ada salahnya bukan kita (yang hidup di era sekarang ini) mengambil kalimat bijak dari dongeng-dongeng di atas. ^_^
Untuk guru Sekolah Dasar, khususnya, kita butuh bukan sekedar tahu namun juga bijak mengambil nasihatnya, agar dongeng tradisional ini bisa bermanfaat dalam kehidupan anak-anak masa kini.
Tentunya, dongeng hanya mengiringi nilai yang sudah harusnya kokoh. Dan nilai yang sudah seharusnya kokoh itu adalah diambil dari nilai agama.

Well, note hari ini cukup sekian yah, sahabat.
Sampai ketemu di tulisan selanjutnya.
Mudah-mudahan note ku ini bisa dimanfaatkan dengan baik.

Baarokallohu lii wa lakum.

Related Posts

DONGENG TATAR SUNDA
4/ 5
Oleh

Nice to have your visiting, specially your comments.
See you here again, Salam Kenal, Salam Zestful!