Postingan

HANYA MOTOR

Hari ini dia pergi, mengikuti hobinya. Aku tak ada masalah pada awalnya. Aku sudah tanya betul-betul, "Mau pergi naik apa?" Dia jawab, "Motor". Kita masing-masing punya motor, aku motor hadiah dari Bapakku, warisan. Dia punya motor dari tempat kerjanya, inventaris. Aku kira yang dia maksud adalah motor inventaris itu, yang beberapa hari sebelumya ia periksa dan rawat betul-betul. Mulai dari perbaiki body, mesin, juga jok baru. Namun, setelah menyelesaikan sarapan, aku dibuatnya terkejut. Dia tanpa berkata apa-apa, pergi ke rumah orang tuanya. Kukira akan mencari pisau yang ia tanyakan sebelumnya padaku yang membuatku menyudahi menyuapi anakku. Bukan itu rupanya.  Kakak ipar datang. Aku baru cuci tangan. Dia mengambil motorku. Lalu anakku bertanya padanya, "Uwa mau ke mana?" "Mau nganterin Bapak," jawabnya.  Aku melongo. Melihat dia yang bersiap-siap memakai sepatunya. Tak ada upaya menjelaskan, apa arti semua gerakan. Aku menghela nafas, kupikir ...