HUJAN, PAYUNG, DAN GEROBAK
Aku sedang berdiri di depan toko jam, menunggu hujan lebat ini reda. Suasana hujan begini membuatku melayangkan ingatan mengenang saat-saat berada di jalan itu bersama seseorang. Bagaimana kami pernah melewati toko demi toko, mencari barang yang pas. Pas di hati pas di kantong. Aku sering kali bimbang memilih barang, suka yang itu tapi takut harganya. Mau harga yang murah, tapi takut gak bisa kepakai lama dan perlu cepat diganti. Alhasil, tak jarang pencarian dari toko ke toko itu tak membawa apa-apa. Hanya lelah yang tersisa. Tapi, dia tidak pernah mengeluhkan itu. Dia biarkan anak perempuan semata wayangnya memilih sesuka hati, mungkin pembiarannya adalah agar aku benar-benar jeli sebelum menentukan, belajar bijak. Hanya ketika begitu keterlaluan, dia pun menarik napas panjang dan langsung bergegas menuju motor yang terparkir. Pulang tanpa banyak lagi bicara, kadang tahu-tahu barang itu kelak menjadi hadiah tak terduga. Ah! Tak terasa pipiku basah, masker juga. "Tidak bol...