ASSALAAMUALAIKUM, DEAREST READER

Dear Reader My Blog,
Alhamdulillah, blog sederhana ini masih bisa ada, walau jarang di update, khususnya tahun 2015 dan tahun ini. Berbagai kesibukan melanda dan memutuskanku dengan sifat rajin menulis, huhu.
Dari mulai sibuknya di tingkat akhir perkuliahan jenjang sarjanaku,
persiapan wisuda dan embel-embelnya yang begitu menyiksa (khususnya soal: nanti gandengan sama siapa ya? ), kegalauan soal pekerjaan,
sampai masalah keluarga yang terus menyita perhatian ekstra, dan tentunya (akhirnya, hehe) repotnya persiapan dan permulaan pernikahanku...

Bismillah, sejak awal tahun ini aku udah niat banget kembali ngeblog. Bersama suami tercinta, Ka Fajar Yuga Koswara, yang selalu ngedukung, sejak Mei 2016, dunia kepenulisanku kuharap bakalan cerah kembali. Aamiiin.

Menulis apapun. Sampai tulisanku bisa relevan dengan keadaan dan kebutuhan pembaca blogku.
Sederhana saja ko mauku ini; ada orang lain yang mendapatkan manfaat dari pemikiranku, walau hanya sebatas sedikit secuil. Karena kuyakin, ada yang Alloh sembunyikan dari kata-kataku di blog ini yang Ia maksudkan pada diriku atau siapapun orang yang seakan kebetulan melewati-menonton -menyelidiki-mulai membaca-mengeritik dalam hati-mengomentar-dan mulai menyukai blog ini.
Hehe.

Mudah-mudahan anda sekalian, dear reader, bisa berkenan memaafkan kekurangan tulisan-tulisanku ini dan gak berkeberatan dong yah meninggalkan jejak di kolom komentar.
In sya Alloh, aku bakalan rutin nulis, kira-kira minimal 3 kali dalam seminggu.
So, ikuti terus kemajuanku di blog ini ya!


Warm Regard,


Ati Nurrohmah

Selalu Yakin Sesuatu yang Terjadi itu Baik

Kali ini saya akan berbagi cerita dari buku yang saya baca.
Ini adalah sebuah cerita dari Unknown Author. THIS IS GOOD.
Cerita ini penuh hikmah, dan saya yakin kita bisa mengambil manfaat darinya. This is good. Ini adalah sesuatu yang baik. Simak ceritanya yaa...

Seorang raja di Afrika memiliki seorang sahabat karib sejak masa kecilnya. Sahabatnya itu mempunyai kebiasaan untuk mengucapkqn:"Ini adalah sesuatu yang baik", atas semua peristiwa yang terjadi, baik maupun buruk.

Suatu hari, raja dan sahabatnya ini keluar untuk berburu. Seperti biasa, sahabatnya menyiapkan senjaya dan mengisi amunisi. Tapi kali ini temannya melakukan kesalahan dalam menyiapkan amunisi sehingga sang raja secara tak sengaja menembak ibu jarinya sendiri, karena mengira senjata itu tak berpeluru. Ibu jarinya pun terluka parah.

Sahabatnya itu kemudian segera mengamati keadaan ibu jari raja, kemudian berkata, "ini adalah sesuatu yang baik." Raja menyanggah, "Tidak... tidak..., ini bukan sesuatu yang baik!" Lalu ia memenjarakan sahabatnya itu.

Setahun kemudian, sang raja pergi berburu. Ia memasuki suatu daerah yang seharusnya ia jauhi. Sekelompok kanibal, pemakan manusia, menangkap dan membawanya ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya, menyiapkan kayu bakar, memancangkan tiang, lalu mengikat raja di tiang itu.
Namun ketika hendak membakar kayu, mereka melihat ibu jari raja tidak utuh. Mereka pun akhirnya berubah pikiran! Karena mereka percaya pada takhayul, bahwa mereka tidak boleh memakan seseorang yg tidak utuh, sang raja pun kemudian  dilepaskan dan dibiarkan pergi.

Sesampainya di kerajaan, sang raja teringat pada kejadian yg lalu saat ia harus kehilangan ibu jarinya. Ia merasa sangat menyesal atas perlakuannya terhadap sahabatnya. Lalu ia bergegas ke penjara, menemuinya.

"Engkau benar, ibu jariku tertembak adalah sesuatu yang baik,"katanya.
Ia lalu kenceritakan apa yg telah terjadi padanya.

"Aku menyesal sekali telah memenjarakanmu, sahabatku. Bahkan sangat lama. Sungguh perbuatanku sangat buruk," kata raja dengan penuh penyesalan.

"Tidak," kata temannya, "itu adalah sesuatu yang baik!"
"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin itu adalah sesuatu yang baik, bahwa aku telah memenjarakan sahabatku sendiri!" Raja dibuat keheranan.

"Kalaulah aku tidak berada dalam penjara, aku pasti saat itu akan sedang bersama mu... dan tentulah aku akan dimakan oleh para pemangsa manusia itu!" Jawabnya.
-----------------

Nah, sahabatku, adakah sesuatu yg buruk tengah menimpamu? Pasti sesuatu itu memang lebih baik dari sesuatu yang lain untuk ukuran kemampuanmu, kondisimu. Karena Allah Subhaanahu Wataala itu amat tahu detail tentang kita, lagi Dia itu Maha Penyayang tak kan pernah Mendzalimi hamba-Nya.

Semangat berhusnudzon selalu ya ^_^

Cara Mengajarkan Anak Membuat Puisi dengan Mudah

Pernahkah Anda kesulitan ketika mendapati standar kompetensi dan kompetensi dasar yang mengharuskan anak mengapresiasi puisi? nah disini saya akan berbagi cerita betapa menariknya dan mengasyikannya membuat dan mengapresiasi puisi bersama anak-anak, walau masih sederhana.

Tips Membuat Puisi Anak bersama Anak

1. Sebaiknya, jangan memulai aktifitas sastra dengan mengajarkan definisi karena itu sangat membuat pusing. Sebaliknya cobalah bangun imajiansi anak-anak, tunjukkan keindahan buat mereka menghargai setiap kejadian, benda, bahkan dirinya sendiri. Nah, contohnya biarkan mereka merasakan sejuknya ngin, uniknya bentuk-bentuk awan, indahnya warna-warni yang tersimpan di alam, dan terutama betapa sempurnanya penciptaan sang khaliq.

2. Jangan terburu-buru meminta anak menuangkan isi fikirannya ke dalam tulisan, tapi ajaklah mereka berdialog. Kegiatan ini akan berguna untuk mengumpulkan kosakata mereka. Apalagi jika kegiatan tanya jawab berlangsung baik antar sesama siswa, jadi jangan guru yang terus berbicara.

3. Setelah itu, Anda bisa mencoba memimpin pembuatan puisi hanya untuk sekedar memberi simulasi untuk anak. Mintalah setiap anak untuk membantu Anda melengkapi kalimat. Contoh: Anda katakan:
"Oh angin kau tak terlihat, tapi..." biarkan anak-anak yang meneruskannya.

4. Setelah dirasa cukup partisipasi mereka dalam pembuatan puisi bersama, cobalah baca bersama-sama. Anda yang harus memulai menghargai bantuan anak-anak Anda sehingga puisi bersama tersebut menjadi lebih enak dibaca. Lalu ajaklah mereka untuk sama-sama memperhatikan puisi tadi dan dengarkan pendapat mereka.
She is My Student writting a Poem
5. Nah sekarang waktunya untuk meminta mereka membuat puisi yang baru dengan cara mereka sendiri. Jika mereka masih merasa sulit ambillah tema yang dekat dengan mereka saat itu. Seperti:

  • seragam sekolah
  • matahari hari ini
  • payungku
  • halaman belakang sekolah
  • oh tugasku
  • langit biru
6. Karangan pertama mereka adalah sejarah mereka. Jangan katakan dulu bahwa ini kurang tepat, ini seharusnya tidak ada, sebaiknya judulnya jangan ini, dsb. Tetapi simpanlah dulu! tanya kepada mereka apakah sudah puas? Jika mereka tampak malas melanjutkan (kecapean), tahanlah dulu pembahasan. Dan coba bacakan sebuah karya seseorang yang sudah diterbitkan dalam majalah anak. Biarkan anak-anak termotivasi bahwa mereka pun bisa.

7. Katakan setiap orang yang maju telah melalui banyak latihan. Maka pesan dari Anda, "jika diantara kalian ada yang ingin tulisannya dimuat di majalah maka teruslah berlatih membuat puisi." Berjanjilah, apapun puisinya nanti, Anda akan membaca dan pertimbangkannya. Bahkan Anda bisa memberikan nilai plus untuk mereka.
They are my kidds, looking for ideas for making poem
Sekian dulu ya tips yang bisa saya sampaikan, selamat mencoba dan semoga bermanfaat!
Sampai ketemu ditulisan selanjutnya.
Ingat puisi pertama mereka jangan dibuang, ya!

MY PLANNING FOR SECOND SEMESTER OF CLASS FIVE

Bismillahirrohmaanirrohiim...When i write this, it is a time that something or some ideas are coming. Yeaah... Just triying to not forget it soon. At least, by writting, may be the ideas may come true, happend so nice in the reality. Alloh bless me, Aamiin.
hari libur sekolah sebentar lagi berakhir. Yaps, at January 9th, pembelajaran di sekolah dasar akan kembali menghiasi hari-hariku. Bertemu lagi, bersapa lagi. 
But, Stay cool, no problem. It must be nice time!

Persiapkan kembali agenda menyongsong semester kedua ini, tentunya makin padatlah kegiatan.


Agenda Kegiatan Pembelajaran di SD Kelas V - by Ati Nurrohmah
  1. Menyiapkan peserta lomba Pentas PAI: Kaligrafi, Dakwah Cilik, Kosidah Rebana, Cerdas cermat keagamaan, praktik sholat, Qiraatil Quran, Tahfidzul Quran.
  2. Menyiapkan peserta lomba kelas V se-Kecamatan : Matematika-IPA, Siswa Berprestasi, dan Calistung 
  3. Menyiapkan program kelas V khusus: Target Perkembangan Sikap: Kompak dan Bersahabat, Berani dan Bertanggung Jawab, Ingin Tahu dan Mau Membaca. Target Perbaikan: tulisan, hafalan perkalian, spesifikasi interesting. Target Karya: Kumpulan Cerpen, Puisi Anak, Lukisan, Craft - SBK
  4. Menyiapkan peserta lomba O2SN: Tenis Meja, Senam, Catur...
Baiklah, kita tutup saja dulu. Besok mudah-mudahan bisa berlanjut cerita lagi. :)

PERSIAPAN PERTAMA DALAM MENGHADAPI LOMBA PIDATO ANAK

Pidato Anak?

Sebelum membaca artikel ini saya harapkan anda telah membaca pengertian pidato secara sederhana yang saya tulis di artikel sebelumnya. :) Agar anda memahami dari pemahaman mana saya berangkat. He..
Yap,

Pidato, secara sederhana, dapat diartikan sebagai suatu cara berkomunikasi dengan orang banyak secara lisan dan terencana. Berbicara di depan orang banyak, tidaklah sama sukar atau mudahnya bagi setiap orang. Butuh kecerdasan verbal linguistik juga kecerdasan emosional, mental, dan sosial. Apalah itu namanya, yang penting seseorang yang hendak menyampaikan gagasannya kepada publik, hendaknya ia:
menyiapkan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai respon dari audiensnya, emosi yang matang agar dia bisa tetap berkonsentrasi dan mengendalikan dirinya dengan stabil, jiwa sosial yang tinggi sehingga apa yang disampaikannya telah matang ia pikirkan- terukur dengan keadaan masyarakat/audiensnya
Tampaknya kalimat di atas cukup rumit dan menakutkan untuk terlalu dipahami. Maka, biarkanlah pidato untuk anak tidak serumit itu. Biarkanlah pidato untuk anak-anak hanyalah ajang bagi mereka untuk berlatih, mengasah kemampuan mereka. 

Syukur alhamdulillah, jika kemudian potensi anak tersebut berkembang menjadi cita-citanya menjadi seorang dai amanah, orator jujur, penyiar-announcer-presenter-MC-dan sebutan untuk pembicara lainnya, yang berbaik hati nan sholeh.

:)

Selanjutnya,
Apa saja langkah-langkah dalam melatihkan pidato kepada anak? Bagaimana perisiapan untuk anak yang akan mengikuti lomba pidato?
Persiapan Pertama Menuju Lomba Pidato Anak

Bismillah, di sini saya hanya membagikan apa yang saya pernah lakukan ketika menghadapi tugas untuk melatihkan pidato kepada anak. Sejauh yang saya ketahui dan saya pikir baik untuk mereka. Catat: saya bukan ahli pidato, tidak berpengalaman jadi juara pidato! Tapi senang mendengarkan pidato yang nyambung ke hati, enak didengar! :)

Ini dia langkah-langkah yang perlu anda selidiki sebelum mengikutsertakan peserta didik anda mengikuti lomba pidato:

  1. Baca dengan teliti bagaimana juklak juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis) kegiatan perlombaan tersebut. Biasanya informasi ini diberitahukan pada waktu tertentu setelah panitia membagikan undangan perlombaan. Dari sana biasanya kita akan tahu seperti apa kedisiplinan perlombaan dan syarat yang diminta.
  2. Pahami sistematika atau tata tertib lomba.  Dari sana kita akan tahu durasi waktu tampil, resiko/hukuman atau konsekuensi tertentu.
  3. Pahami aspek penilaian. Hampir tiap perlombaan pidato menuntut penilaian pada tiga aspek ini; kesesuaian materi dengan tema (kualitas isi), cara penyajian (teknik vokal, lafal, intonasi, dan mimik ekspresi), dan durasi waktu.
  4. Hadiri pada acara technical meeting lomba! Hal ini penting karena biasanya ada hal-hal baru yang khusus disampaikan panitia: apakah itu kebijakan baru, dsb, anda juga berkesempatan mengajukan saran kepada panitia: terkait tema atau tata tertib misalnya. Dan terpenting anda perlu mengambil sendiri nomor undian tampil peserta didik anda! Jika berkeberatan dengan undian pertama, masih ada kesempatan me-lobying panitia untuk menggantinya. Hehe
Sekian persiapan pertama dalam menghadapi lomba pidato anak yang dapat saya share di sini. nantikan tips menuju persiapan keduanya yah! :)
Semoga bermanfaat!

PAPAN PAJANGAN KARYA KELAS V SDN PASIRBELENDUNG

Papan Pajangan Karya? 
Menurut pemahaman saya, kelas adalah ruangan dunia belajar siswa yang akan turut berpengaruh terhadap mental juga gaya belajarnya. Oleh karena itu, kelas perlu ditata dengan sangat baik. Adapun papan pajangan karya merupakan salah satu bagian dalam penataan kelas. 

Papan pajangan karya atau display class biasanya berisi karya alias hasil kreativitas siswa selama pembelajaran. Karya yang dipajang bisa merupakan hasil karya semua siswanya atau hanya karya-karya terpilih saja. Karya yang dipajang juga tidak hanya terpaku pada satu tema pelajaran, tetapi bisa merupakan kumpulan dari beberapa tugas pelajaran. Karya yang dihasilkan ini biasanya digunakan guru untuk melihat perkembangan siswanya melalui instrumen penilaian portofolio. 

"Penilaian Portofolio adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karya peserta didik yang berupa kumpulan tugas, karya, prestasi akademik/non akademik, yang dikerjakan/dihasilkan peserta didik". 

Saya juga memajang papan pajangan karya di kelas. Meski belum seindah atau serapih pajangan karya selayaknya, tapi saya kini mulai sedikit tahu apa makna display class ini untuk para peserta didik. Berikut ini saya akan sampaikan poin-poinnya. :) 

Manfaat Adanya Papan Pajangan Karya di Kelas? 

Dari selama satu tahun mengajar di sekolah dasar, kini saya baru bisa menyampaikan sedikitnya lima poin manfaat dari adanya papan pajangan karya di kelas. 
Here are the points
  1. Memberikan penghargaan atas kesungguhan siswa dalam membuat, mengerjakan, menghasilkan karyanya. Setiap manusia, termasuk anak-anak sekolah dasar, mereka senang sekali dihargai, mendapat pujian, juga perlakuan baik. :) 
  2. Membiasakan mereka untuk membaca. Ya, biasanya mereka akan sangat penasaran akan seperti apa karya yang dihasilkan temannya, atau karya siapa yang paling menarik. 
  3. Menjadi motivasi yang besar untuk para siswa untuk terus berkarya, berkompetisi dengan sehat. Ini terjadi jika telah tertanam pemahaman dalam benak peserta didik bahwa papan pajangan karya adalah bukti penghargaan, suatu prestasi, dan pencapaian yang harus dia coba dapatkan! 
  4. Membantu memudahkan guru dalam penilaian dan menentukan ide kreatif lainnya. Kita sebagai guru, akan sangat mudah melihat perkembangan peserta didik, memberi nilai, bahkan mencari ide baru untuk menentukan proyek pembelajaran selanjutnya. 
  5. Menjadi bahan evaluasi bagi guru dan siswanya terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Tentu saja, dengan dipajangnya karya secara rutin akan terlihatlah bagaimana peningkatan hasil belajar, atau sebaliknya, apa kekurangan yang masih ada dan perlu diperbaiki lagi. 


Nah, pembaca blogku tercinta, itulah serangkaian kata yang bisa saya sampaikan. Pentingnya ada papan pajangan karya ini tentu masih relatif, tergantung kebutuhan guru juga dukungan lainnya. KHusus yang saya rasakan, adanya pajangan karya ini sangat membantu. Jika merasa tertarik atau terinspirasi untuk melakukannya, selamat mencoba ya! 
Tetaplah bersemangat! Hidup PGRI! Hidup Guru! Ayo sehatkan dan cerdaskan anak bangsa! Hee.. :)

Berikut ini ada video amatir saya mengenai isi papan pajangan karya di kelas V SDN Pasirbelendung. 
Selamat menyaksikan dan Thanks! 

PAPAN PAJANGAN KERYA KELAS V SDN PASIRBELENDUNG

SOAL PESERTA DIDIK: MEMANDANG DARI SUDUT YANG TEPAT

Oleh H. Maman, S.Pd., Guru SDN. Batuwulung, Kec. Cikalong 

Kegiatan merenung, merefleksi, atau dalam bahasa arab kita kenal dengan istilah tafakur merupakan hal yang baik. Bahkan bisa dikatakan bahwa ia adalah hal yang menuntut alias harus dilakukan oleh para pelaksana pendidikan (termasuk di dalamnya guru). Perlu dipahami bahwa sadar atau tidak sadar terkadang kita suka mengambil sudut pandang yang kurang tepat, sehingga kesuksesan dalam hidup dan kehidupan sulit didapat, misalnya, salah dalam memandang anak. 

Ketika guru salah dalam memandang anak atau peserta didiknya maka itu akan dapat berdampak buruk dalam arah dan strategi penbelajarannya. Sebagai ilustrasi: suatu saat kita dihadapkan pada suatu tempat pembuangan sampah, maka akan tercium di hidung: bau tak sedap dan karenanya menjadi mual-mual, terlintas di mata: pemandangan yang menjijikkan sampai mata kita merasa muak/enggan dan berpaling. Hal itu terjadi karena kita mengambil sudut pandang yang kurang tepat. Maka untuk mendapat hal yang lebih baik seyogyanya kita bisa mengubah sudut pandang itu sendiri sehingga mata batin akan melihat jelas sisi indahnya. 

Dalam permisalan yang tadi, jika melihat dari sudut positifnya, kita bisa melihat semua itu sebagai tumpukan bahan bakal jadi uang, andai itu (sampah) bisa diberdayakan. Begitu juga kita dalam memandang anak yang terkadang terlihat nakal, bodoh, atau pendiam, menyebalkan atau sikap lain yang tak disukai. Mata yang salah mengambil makna akan menganggap anak tersebut laksana tempat sampah yang menjijikkan, sudah bodoh, tidak memperhatikan, membuat ulah, bau, ingusan pula! Itu merupakan pandangan yang keliru. 

Tapi andaikan kita mau mengubah sudut pandang, kita dapat memandang dengan bijak bahwa pada diri anak terpendam potensinya sendiri, tersimpan keunikan, bakat, minat yang memerlukan pengarahan, bimbingan, latihan dan pembiasaan. Siapa tahu, dengan kesadaran, kesabaran, tekun, dan ulet anak yang dipandang laksana tumpukan sampah tadi dalam waktu 20 tahun ke depan dapat menjadi bak mata uang yang berlaku di semua bangsa di dunia dengan prestasinya. Sebagaimana, pemain cabang bulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang akrab dipanggil Owi dan Butet, kita ketahui keduanya bisa meraih medali emas dalam Olimpiade Rio dan mengharumkan bangsa Indonesia di mata dunia. 

Diakui ataupun tidak, yang jelas saya yakin mereka pernah menduduki bangku sekolah dasar. Bakat dan minat mereka mungkin sudah mulai dilatih dibina oleh sang guru bijak pada 20 tahun yang lalu. Dan apabila saya adalah gurunya saat itu, tentu saat ini saya akan merasa sangat bangga dan bahagia atas keberhasilan mereka. Karenanya, mudah-mudahan kita dapat memandang anak didik kita dengan bijak, memandang dengan kasih sayang, menggali dan mengarahkan potensi yang terpendam pada diri mereka. 

Perlu kita sadari bahwa anak merupakan individu yang kaya akan kekhasan dan keunikan masing-masing. Pepatah Sunda mengatakan “ jalmi teh teu papak tapi pepek. Marilah kita membiasakan memandang dari sudut pandang yang tepat, memandang dengan bijak atas segala permasalahan hidup, dan kehidupan terutama di dunia pendidikan. Dengan cara pandang yang tepat, tumbuhlah ikhlas dalam berbuat, maka insya Alloh akan ada lagi owi-owi dan butet-butet lain kelak menyusul-menorehkan prestasi (dalam bidang apapun) yang tentu akan membuat kita semua dan Indonesia bangga. 

Hanya satu pertanyaannya: siapkah kita menjadi guru yang berada di balik kesuksesan mereka?

LATIHAN MEMAINKAN ANGKLUNG BERSAMA MURID-MURID KELAS V


Angklung?

Sebagaimana kita ketahui bersama, angklung merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, bernada ganda/ multitonal, dan merupakan warisan budaya - khususnya dalam masyarakat Sunda, Jawa Barat. Catatan adanya angklung ini muncul sekitar abad ke-12 sampai ke-16 yang merujuk pada adanya kerajaan Sunda. Awalnya keberadaan angklung ini terkait dengan kondisi alam di kerajaan Sunda yang agraris dan kepercayaan mereka akan adanya Dewi Sri/Sri Pohaci, sang Dewi Padi.

Lebih lanjut, kini angklung diresmikan sebagai alat musik tradisional Jawa Barat dan sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak bulan November 2010.

Terlepas dari itu semua, angklung adalah warisan seni budaya yang baik untuk dilestarikan. Memperdengarkan bunyi-bunyi alami, semogalah semakin membuat kita bisa bersahabat dan kiat  juga giat menjaga alam. Alam kita, Indonesia untuk Bumi tercinta.


Angklung di Sekolah Dasar

Kiranya dengan besarnya perjuangan para tokoh dalam mengupayakan angklung untuk ditetapkan dengan resmi sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, angklung perlu untuk terus dilestarikan, dijaga agar tetap orang kita ini bisa memainkannya dan merasa memilikinya. Dan kepada siapa lagi selain kepada generasi muda. Sedangkan usia sekolah dasar, dilihat dari mulai terbukanya usia kecerdasan dan awal kematangan mereka adalah saat yang tepat dan mendasar bagi para generasi muda dalam mengenali dan mencintai budaya negerinya. Oleh karena itu, seyogyanya angklung, khususnya di wilayah Jabar ini mulai dikenalkan diajarkan dilatihkan kepada siswa siswi sejak di sekolah dasar.

Dan Alhamdulillah, di sekolah yang saya bekerja di sana, angklung telah tersimpan rapi di ruangannya. Hanya tinggal menyentuhnya, memperdengarkan bunyinya, dan menyanyikan lagu kebahagiaan dengannya. Saya pun, yang sangat awam dan belum mastery angklung mulai tertarik untuk mempergunakannya. Dan hasilnya, benar-benarlah para murid sangat tertarik.... Saya pun menjadi sangat antusias untuk terus melatih mereka. dan lihatlah mata mereka berbinar , cahaya semangat, menatap saya tiap harinya: "Bu, kapan kita latihan angklung lagi?"

Saya pun tak sabar ingin melihat dan mendengarkan mereka membunyikan angklung kesayangan. Kini anda bisa melihat video kami belajar angklung bersama. Walau permaianan kami ini masih sangat sederhana (baru bisa segitu-gitunya :D) tapi semogalah memberi pencerahan pada anda, bahwa angklung itu akan terdengar indah jika dimainkan, bukan didiamkan! Hehe. Dan mari selalu memanfaatkan apa-apa yang telah tersedia bagi kita. Para guru, tanamkan sikap percaya diri bagi mereka, para penerus kita, kebanggaan bangsa!
Please watch us here! :)

Latihan Angklung Lagu Bangun Pemuda Pemudi



PERSIAPAN LT 2: MASAK RIMBA "Ngaleumeung"

Bulan september ini jadwal kegiatan sekolah amat padat.
Aku yang belum terbiasa menghadapi serentetan agenda : lomba seni "nge-gondang", seminar karya tulis ilmiah lintas kecamatan selama dua hari, seminar seni di kota tasikmalaya, dan yaaaaaaang terbesaaar adalah Kegiatan Pramuka Lomba Tingkat Dua selama tiga hari di Buper Cikabuyutan, Cikalong.

Mengurus dua saja, bukan soal mudah, tapi soaaaal asyiiiiikk!!! ^_^
Hehe.
Yuk ikutin ceritaku yang satu ini, "masak nasi ala rimba" ngaleumeung.

Ada pengalamankah aku sebelumnya? NO!
Karena gak ada pengalaman, ya aku cari tahu.
Googling!
Sederetan tulisan orang lain tentang masak rimba pun mengantri untuk kubaca. Namun sayang, aku belum ngerti juga.
Alhasil, next kutanyakan pada seorang bapak siswaku, yang (baru kutahu) pengalamaaaan nya wuaaaaaahhh banget (soal ilmu di alam bebas)!!
Dan, Alhamdulillah, i get something i need and i am looking for.
Jadi gimana aja catatanku tentang masak rimba ini?
Ini dia.

Masak rimba bahan dan alat yang dibutuhkannya mesti dari alam.
Alat yang kita butuhkan:
1. Ruas bambu yang masih seger seukuran kurang lebih 50 cm; 40 cm di atas ruas (buku) bambunya, dan 10 cm di bawahnya. Ukuran dan bentuk seperti ini penting karena nantinya akan menentukan atau berpengaruh pada masakan; akan matang dengan sempurna sedap atau matang sebagian dan gosong dibagian lainnya. Hehe.

2. Kayu bakar yang cukup banyak. Pokoknya sediakan banyak aja, biar segera matang! Bisa juga dibantu dengan batok kelapa dan tapasnya. Uhhhh, pemilihan bahan bakar ini memengaruhi aroma masakan juga lho! ^_^

3. Pemantik api. Gasoline atau korek api.

4. Sedok nasi atau sendok makan yang bersih.

5. Daun pisang untuk alas dalam beras nantinya. Yang lebih baik, ada namanya daun congkok, yang panjaaaaang dan beras bisa lebih mudah diatur didalamnya.

6. Wajan untuk membersihkan beras atau kebutuhan membumbuinya, dan untuk kebutuhan lainnya.

7. Kipas Bambu. Kek tukang sate gitu deh ya, hehe.

Bahan - bahan yang perlu disiapkan
1. Beras
2. Air bersih
3. Bumbu masakan: garam, atom, bawang daun, serai, daun salam (disesuaikan dengan selera)

Langkah-langkah memasak
1. Bersihkan beras dan siapkan tempat pembakaran.
2. Bumbui beras dalam wajan
3. Siapkan bambu, bersihkan tanpa menggunakan air, dan letakkan daun di dalamnya dengan rapi, boleh disisakan dibiarkan melambai keluar.
4. Masukkan beras yang sudah dibumbui tadi, tambahkan serai dan daun salamnya (bisa juga pakai daging cincang dan lainnya kalau suka)
5. Masukkan air ke dalam bumbu tadi, sebuku jari atau lebih dari ukuran beras.
6. Tutup bambu dengan daun yg melambai keluar tadi, atau pakai daun pisang lainnya. Dengan cukup rapat ya! ^_^
7. Letakkan bambu tersebut di tengah tempat pembakaran dengan posisi berdiri. Gunakan insting kreatifmu yah!
8. Jaga api tetap menyala, tunggu masakanmu matang dengan sikap gembira. Nikmati masa-masa sulit memasak dengan nyanyian riang bersama teman-teman.
9. Sekitar 20 menit, masakan diperkirakan sudah matang. Lihat tanda-tandanya: keluar buih dari dalam bambu, bagian bawah ruas bambu sudah mulai kehitaman gara-gara terbakar.
10. Keluarkan masakan dengan cara menarik daun tadi dengan hati-hati. Kalau lancar, berarti GREAT! YOU DO A GOOD JOB!!!
Nah kalau kesulitan gimana? Belah aja bambunya dengan golokmu dengan hati hati tentunya, kan masih panas juga tuh bambunya. Hehe

Alhamdulillah, itu dia ilmu baruku tentang masak rimba "ngaleumeung". I have tried it with my kids at our school in an exercising for LT 2. Dan kami amat sangat bergembiraaaa!!! ^_^
Asyik, coba juga di sekolahmu ya!
Jangan takut mencoba!
Boleh share juga ceritamu di sini, di kolom komentar ini yaaahhh.
Salam zestful!

MEMPERSIAPKAN ANAK UNTUK MENGIKUTI LOMBA PIDATO

Jadi guru SD, atau guru sekolah apapun di mana pun tentu pernah mendengar (walau tidak semuanya, merasakan) bagaimana susah senangnya mempersiapkan melatih peserta didik calon peserta perlombaan pidato, salah satunya.

Saya adalah seorang guru baru, muda, dan berada di lingkungan guru-guru yang senior yang hampir selalu memercayakan urusan kepada yang muda. Di awal-awal masuk kerja sudah disuguhi perintah menyiapkan anak untuk lomba PAI, salah satunya yang akan saya ceritakan di sini adalah mata lomba Pidato.
Pastikan sobat sebelum meneruskan membaca artikel ini sudah pernah baca artikel saya yang berjudul Arti pidato secara sederhana ya! Hehe, karena berangkat dari pandangan itulah saya mulai melatihkan anak berpidato.

Nah, baiklah mari lanjutkan membaca bagian ini.
Langkah saya pertama tentu saja bertanya, mencari tahu siapa calion peserta kepada guru PAI disertai penguatan dari guru senior lainnya. Tentu saya verifikasi lagi dengan syarat-syarat yang saya butuhkan, seperti:
  1. Bagaimana mentalnya, pemberani atau pemalu?
  2. Bagaimana suaranya, keras lantang dan berkarakter (enak didengernya gitu deh maksudnya) atau halus lembut dan volume rendah?
  3. Bagaimana bacaan Al-Qurannya? (Ini penting, dan bisa dilatih setelah dua poin di atas terpenuhi)
  4. Bagaimana kesehariannya di kelas dan di luar sekolah? (Ya setidaknya beberapa karakter alamiahnya nanti akan turut menentukan apakah pelatihan yang diberikan bisa dilanjutkan menjadi bakat prestasinya kelak)
 Setelah proses bertanya kepada yang lebih tahu soal si calon peserta barulah tentukan langkah selanjutnya. Saya bisa memberi mereka beberapa pengalaman menyoal pidato, yaitu membaca dan menonton contoh.
Dok pribadi: acara nonton bareng
Dok pribadi: Cari bacaan ke perpus
 Setelah dirasa anak mendapat inspirasi, atau rasa ingin tahunya terpancing, barulah sambut semangatnya dengan baik.
  • Beri teks pidato
  • Beri jeda waktu dia memahami pidato, mencoba membacakannya (sampai agak hafal), dan berekspresi dengannya, dengan sendirinya
  • Barulah, beri evaluasi dengan pelan-pelan. 
  • Tak lupa, beri dia banyak support dan saran yang menyenangkan!
Demikian cerita saya, tunggu kelanjutan ceritanya di tulisan berikutnya yah! InsyaAlloh meluncur beberapa contoh pidato yang saya pernah berikan pada anak didik saya dan dilombakan.
Semoga tulisan ini memberi sedikit pencerahan, banyak manfaat untuk kita semua.
Aamiin. And, thanks for reading!

ARTI PIDATO SECARA SEDERHANA


Kata pidato sudah tidak asing lagi di telinga kita, tua-muda, termasuk anda yang sedang mencari arti dari kata tersebut. Pidato tampaknya hanyalah suatu kegiatan berbicara, membicarakan sesuatu, atau memperdengarkan sesuatu kepada khalayak. Terlihat mudah. Tapi, apakah anda termasuk seseorang yang seringkali ditugaskan membuat pidato, tapi kadang mandeg mau ngomongin apa? Jika itu terjadi, kita harus kembali pada satu Tanya: Apa sebenarnya pidato itu? 
Foto Pribadi: Para Muballig di acara pernikahan

Langsung saja yuk kita bahas, apa sih pidato itu? 

Berikut ini saya sertakan arti-arti pidato dari beberapa bahan bacaan. 
  • Di kamus bebas Wikipedia, pidato diartikan sebagai sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. 
  • Di blognya Ilmu Pengetahuan, pidato diartikan sebagai suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. 
  • Lain lagi, pengertian pidato dari blognya Pengertian Ahli. Ia menuliskan bahwa pidato adalah salah satu bentuk cara penyampaian/pengungkapan pikiran secara lisan dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan, untuk membujuk atau menyampaikan informasi yang ada, memberikan hiburan dan memberikan perintah yang memerlukan kemahiran dasar, antara lain: mampu mengungkapkan pikiran secara lisan dengan lancar, menguasai retorika atau gaya berbicara dengan bahasa yang baik dan benar, dan memiliki keberanian tampil di muka umum. 
  • Di blognya Kelas Indonesia, dituliskan bahwa pengertian pidato adalah suatu kegiatan menyampaikan suatu ide, nasihat, gagasan, pesan secara lisan di depan orang banyak yang bersifat satu arah dan digunakan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan sesuatu, atau menghimpun suara, menggugah pikiran dan semangat para audiens 
Sudah cape membaca? Tahan dulu ya!
Kita perlu menemukan benang merah dari pendapat-pendapat di atas. Anda bisa bersetuju atau tidak, saya sendiri menyimpulkan bahwa arti pidato secara sederhana adalah sebagai berikut: 

Pidato, secara sederhana, dapat diartikan sebagai suatu cara berkomunikasi dengan orang banyak secara lisan dan terencana. 


Kenapa cara berkomunikasi? Karena bukankah komunikasi suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain? Dan tentu saja ia harus memiliki tujuan yang jelas. 

Persoalan berpidato sesungguhnya yang saya pahami adalah persoalan bagaimana mengomunikasikan sesuatu kepada orang banyak. Karena itu, sebelum berpidato kita perlu merencanakan apa inti yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikan pemikiran tersebut kepada begaimana audiens nanti. Selesai. 

So, itulah pengertian pidato secara sederhana. Semoga bermanfaat, khususnya semoga pidato yang akan anda sajikan lebih baik lagi, lebih tepat sasaran dan tujuannya! Keep Zestfull!