ASSALAAMUALAIKUM, DEAREST READER

Dear Reader My Blog,
Alhamdulillah, blog sederhana ini masih bisa ada, walau jarang di update, khususnya tahun 2015 dan tahun ini. Berbagai kesibukan melanda dan memutuskanku dengan sifat rajin menulis, huhu.
Dari mulai sibuknya di tingkat akhir perkuliahan jenjang sarjanaku,
persiapan wisuda dan embel-embelnya yang begitu menyiksa (khususnya soal: nanti gandengan sama siapa ya? ), kegalauan soal pekerjaan,
sampai masalah keluarga yang terus menyita perhatian ekstra, dan tentunya (akhirnya, hehe) repotnya persiapan dan permulaan pernikahanku...

Bismillah, sejak awal tahun ini aku udah niat banget kembali ngeblog. Bersama suami tercinta, Ka Fajar Yuga Koswara, yang selalu ngedukung, sejak Mei 2016, dunia kepenulisanku kuharap bakalan cerah kembali. Aamiiin.

Menulis apapun. Sampai tulisanku bisa relevan dengan keadaan dan kebutuhan pembaca blogku.
Sederhana saja ko mauku ini; ada orang lain yang mendapatkan manfaat dari pemikiranku, walau hanya sebatas sedikit secuil. Karena kuyakin, ada yang Alloh sembunyikan dari kata-kataku di blog ini yang Ia maksudkan pada diriku atau siapapun orang yang seakan kebetulan melewati-menonton -menyelidiki-mulai membaca-mengeritik dalam hati-mengomentar-dan mulai menyukai blog ini.
Hehe.

Mudah-mudahan anda sekalian, dear reader, bisa berkenan memaafkan kekurangan tulisan-tulisanku ini dan gak berkeberatan dong yah meninggalkan jejak di kolom komentar.
In sya Alloh, aku bakalan rutin nulis, kira-kira minimal 3 kali dalam seminggu.
So, ikuti terus kemajuanku di blog ini ya!


Warm Regard,


Ati Nurrohmah

PERSIAPAN PERTAMA DALAM MENGHADAPI LOMBA PIDATO ANAK

Pidato Anak?

Sebelum membaca artikel ini saya harapkan anda telah membaca pengertian pidato secara sederhana yang saya tulis di artikel sebelumnya. :) Agar anda memahami dari pemahaman mana saya berangkat. He..
Yap,

Pidato, secara sederhana, dapat diartikan sebagai suatu cara berkomunikasi dengan orang banyak secara lisan dan terencana. Berbicara di depan orang banyak, tidaklah sama sukar atau mudahnya bagi setiap orang. Butuh kecerdasan verbal linguistik juga kecerdasan emosional, mental, dan sosial. Apalah itu namanya, yang penting seseorang yang hendak menyampaikan gagasannya kepada publik, hendaknya ia:
menyiapkan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai respon dari audiensnya, emosi yang matang agar dia bisa tetap berkonsentrasi dan mengendalikan dirinya dengan stabil, jiwa sosial yang tinggi sehingga apa yang disampaikannya telah matang ia pikirkan- terukur dengan keadaan masyarakat/audiensnya
Tampaknya kalimat di atas cukup rumit dan menakutkan untuk terlalu dipahami. Maka, biarkanlah pidato untuk anak tidak serumit itu. Biarkanlah pidato untuk anak-anak hanyalah ajang bagi mereka untuk berlatih, mengasah kemampuan mereka. 

Syukur alhamdulillah, jika kemudian potensi anak tersebut berkembang menjadi cita-citanya menjadi seorang dai amanah, orator jujur, penyiar-announcer-presenter-MC-dan sebutan untuk pembicara lainnya, yang berbaik hati nan sholeh.

:)

Selanjutnya,
Apa saja langkah-langkah dalam melatihkan pidato kepada anak? Bagaimana perisiapan untuk anak yang akan mengikuti lomba pidato?
Persiapan Pertama Menuju Lomba Pidato Anak

Bismillah, di sini saya hanya membagikan apa yang saya pernah lakukan ketika menghadapi tugas untuk melatihkan pidato kepada anak. Sejauh yang saya ketahui dan saya pikir baik untuk mereka. Catat: saya bukan ahli pidato, tidak berpengalaman jadi juara pidato! Tapi senang mendengarkan pidato yang nyambung ke hati, enak didengar! :)

Ini dia langkah-langkah yang perlu anda selidiki sebelum mengikutsertakan peserta didik anda mengikuti lomba pidato:

  1. Baca dengan teliti bagaimana juklak juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis) kegiatan perlombaan tersebut. Biasanya informasi ini diberitahukan pada waktu tertentu setelah panitia membagikan undangan perlombaan. Dari sana biasanya kita akan tahu seperti apa kedisiplinan perlombaan dan syarat yang diminta.
  2. Pahami sistematika atau tata tertib lomba.  Dari sana kita akan tahu durasi waktu tampil, resiko/hukuman atau konsekuensi tertentu.
  3. Pahami aspek penilaian. Hampir tiap perlombaan pidato menuntut penilaian pada tiga aspek ini; kesesuaian materi dengan tema (kualitas isi), cara penyajian (teknik vokal, lafal, intonasi, dan mimik ekspresi), dan durasi waktu.
  4. Hadiri pada acara technical meeting lomba! Hal ini penting karena biasanya ada hal-hal baru yang khusus disampaikan panitia: apakah itu kebijakan baru, dsb, anda juga berkesempatan mengajukan saran kepada panitia: terkait tema atau tata tertib misalnya. Dan terpenting anda perlu mengambil sendiri nomor undian tampil peserta didik anda! Jika berkeberatan dengan undian pertama, masih ada kesempatan me-lobying panitia untuk menggantinya. Hehe
Sekian persiapan pertama dalam menghadapi lomba pidato anak yang dapat saya share di sini. nantikan tips menuju persiapan keduanya yah! :)
Semoga bermanfaat!

PAPAN PAJANGAN KARYA KELAS V SDN PASIRBELENDUNG

Papan Pajangan Karya? 
Menurut pemahaman saya, kelas adalah ruangan dunia belajar siswa yang akan turut berpengaruh terhadap mental juga gaya belajarnya. Oleh karena itu, kelas perlu ditata dengan sangat baik. Adapun papan pajangan karya merupakan salah satu bagian dalam penataan kelas. 

Papan pajangan karya atau display class biasanya berisi karya alias hasil kreativitas siswa selama pembelajaran. Karya yang dipajang bisa merupakan hasil karya semua siswanya atau hanya karya-karya terpilih saja. Karya yang dipajang juga tidak hanya terpaku pada satu tema pelajaran, tetapi bisa merupakan kumpulan dari beberapa tugas pelajaran. Karya yang dihasilkan ini biasanya digunakan guru untuk melihat perkembangan siswanya melalui instrumen penilaian portofolio. 

"Penilaian Portofolio adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karya peserta didik yang berupa kumpulan tugas, karya, prestasi akademik/non akademik, yang dikerjakan/dihasilkan peserta didik". 

Saya juga memajang papan pajangan karya di kelas. Meski belum seindah atau serapih pajangan karya selayaknya, tapi saya kini mulai sedikit tahu apa makna display class ini untuk para peserta didik. Berikut ini saya akan sampaikan poin-poinnya. :) 

Manfaat Adanya Papan Pajangan Karya di Kelas? 

Dari selama satu tahun mengajar di sekolah dasar, kini saya baru bisa menyampaikan sedikitnya lima poin manfaat dari adanya papan pajangan karya di kelas. 
Here are the points
  1. Memberikan penghargaan atas kesungguhan siswa dalam membuat, mengerjakan, menghasilkan karyanya. Setiap manusia, termasuk anak-anak sekolah dasar, mereka senang sekali dihargai, mendapat pujian, juga perlakuan baik. :) 
  2. Membiasakan mereka untuk membaca. Ya, biasanya mereka akan sangat penasaran akan seperti apa karya yang dihasilkan temannya, atau karya siapa yang paling menarik. 
  3. Menjadi motivasi yang besar untuk para siswa untuk terus berkarya, berkompetisi dengan sehat. Ini terjadi jika telah tertanam pemahaman dalam benak peserta didik bahwa papan pajangan karya adalah bukti penghargaan, suatu prestasi, dan pencapaian yang harus dia coba dapatkan! 
  4. Membantu memudahkan guru dalam penilaian dan menentukan ide kreatif lainnya. Kita sebagai guru, akan sangat mudah melihat perkembangan peserta didik, memberi nilai, bahkan mencari ide baru untuk menentukan proyek pembelajaran selanjutnya. 
  5. Menjadi bahan evaluasi bagi guru dan siswanya terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Tentu saja, dengan dipajangnya karya secara rutin akan terlihatlah bagaimana peningkatan hasil belajar, atau sebaliknya, apa kekurangan yang masih ada dan perlu diperbaiki lagi. 


Nah, pembaca blogku tercinta, itulah serangkaian kata yang bisa saya sampaikan. Pentingnya ada papan pajangan karya ini tentu masih relatif, tergantung kebutuhan guru juga dukungan lainnya. KHusus yang saya rasakan, adanya pajangan karya ini sangat membantu. Jika merasa tertarik atau terinspirasi untuk melakukannya, selamat mencoba ya! 
Tetaplah bersemangat! Hidup PGRI! Hidup Guru! Ayo sehatkan dan cerdaskan anak bangsa! Hee.. :)

Berikut ini ada video amatir saya mengenai isi papan pajangan karya di kelas V SDN Pasirbelendung. 
Selamat menyaksikan dan Thanks! 

PAPAN PAJANGAN KERYA KELAS V SDN PASIRBELENDUNG

SOAL PESERTA DIDIK: MEMANDANG DARI SUDUT YANG TEPAT

Oleh H. Maman, S.Pd., Guru SDN. Batuwulung, Kec. Cikalong 

Kegiatan merenung, merefleksi, atau dalam bahasa arab kita kenal dengan istilah tafakur merupakan hal yang baik. Bahkan bisa dikatakan bahwa ia adalah hal yang menuntut alias harus dilakukan oleh para pelaksana pendidikan (termasuk di dalamnya guru). Perlu dipahami bahwa sadar atau tidak sadar terkadang kita suka mengambil sudut pandang yang kurang tepat, sehingga kesuksesan dalam hidup dan kehidupan sulit didapat, misalnya, salah dalam memandang anak. 

Ketika guru salah dalam memandang anak atau peserta didiknya maka itu akan dapat berdampak buruk dalam arah dan strategi penbelajarannya. Sebagai ilustrasi: suatu saat kita dihadapkan pada suatu tempat pembuangan sampah, maka akan tercium di hidung: bau tak sedap dan karenanya menjadi mual-mual, terlintas di mata: pemandangan yang menjijikkan sampai mata kita merasa muak/enggan dan berpaling. Hal itu terjadi karena kita mengambil sudut pandang yang kurang tepat. Maka untuk mendapat hal yang lebih baik seyogyanya kita bisa mengubah sudut pandang itu sendiri sehingga mata batin akan melihat jelas sisi indahnya. 

Dalam permisalan yang tadi, jika melihat dari sudut positifnya, kita bisa melihat semua itu sebagai tumpukan bahan bakal jadi uang, andai itu (sampah) bisa diberdayakan. Begitu juga kita dalam memandang anak yang terkadang terlihat nakal, bodoh, atau pendiam, menyebalkan atau sikap lain yang tak disukai. Mata yang salah mengambil makna akan menganggap anak tersebut laksana tempat sampah yang menjijikkan, sudah bodoh, tidak memperhatikan, membuat ulah, bau, ingusan pula! Itu merupakan pandangan yang keliru. 

Tapi andaikan kita mau mengubah sudut pandang, kita dapat memandang dengan bijak bahwa pada diri anak terpendam potensinya sendiri, tersimpan keunikan, bakat, minat yang memerlukan pengarahan, bimbingan, latihan dan pembiasaan. Siapa tahu, dengan kesadaran, kesabaran, tekun, dan ulet anak yang dipandang laksana tumpukan sampah tadi dalam waktu 20 tahun ke depan dapat menjadi bak mata uang yang berlaku di semua bangsa di dunia dengan prestasinya. Sebagaimana, pemain cabang bulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang akrab dipanggil Owi dan Butet, kita ketahui keduanya bisa meraih medali emas dalam Olimpiade Rio dan mengharumkan bangsa Indonesia di mata dunia. 

Diakui ataupun tidak, yang jelas saya yakin mereka pernah menduduki bangku sekolah dasar. Bakat dan minat mereka mungkin sudah mulai dilatih dibina oleh sang guru bijak pada 20 tahun yang lalu. Dan apabila saya adalah gurunya saat itu, tentu saat ini saya akan merasa sangat bangga dan bahagia atas keberhasilan mereka. Karenanya, mudah-mudahan kita dapat memandang anak didik kita dengan bijak, memandang dengan kasih sayang, menggali dan mengarahkan potensi yang terpendam pada diri mereka. 

Perlu kita sadari bahwa anak merupakan individu yang kaya akan kekhasan dan keunikan masing-masing. Pepatah Sunda mengatakan “ jalmi teh teu papak tapi pepek. Marilah kita membiasakan memandang dari sudut pandang yang tepat, memandang dengan bijak atas segala permasalahan hidup, dan kehidupan terutama di dunia pendidikan. Dengan cara pandang yang tepat, tumbuhlah ikhlas dalam berbuat, maka insya Alloh akan ada lagi owi-owi dan butet-butet lain kelak menyusul-menorehkan prestasi (dalam bidang apapun) yang tentu akan membuat kita semua dan Indonesia bangga. 

Hanya satu pertanyaannya: siapkah kita menjadi guru yang berada di balik kesuksesan mereka?

LATIHAN MEMAINKAN ANGKLUNG BERSAMA MURID-MURID KELAS V


Angklung?

Sebagaimana kita ketahui bersama, angklung merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, bernada ganda/ multitonal, dan merupakan warisan budaya - khususnya dalam masyarakat Sunda, Jawa Barat. Catatan adanya angklung ini muncul sekitar abad ke-12 sampai ke-16 yang merujuk pada adanya kerajaan Sunda. Awalnya keberadaan angklung ini terkait dengan kondisi alam di kerajaan Sunda yang agraris dan kepercayaan mereka akan adanya Dewi Sri/Sri Pohaci, sang Dewi Padi.

Lebih lanjut, kini angklung diresmikan sebagai alat musik tradisional Jawa Barat dan sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak bulan November 2010.

Terlepas dari itu semua, angklung adalah warisan seni budaya yang baik untuk dilestarikan. Memperdengarkan bunyi-bunyi alami, semogalah semakin membuat kita bisa bersahabat dan kiat  juga giat menjaga alam. Alam kita, Indonesia untuk Bumi tercinta.


Angklung di Sekolah Dasar

Kiranya dengan besarnya perjuangan para tokoh dalam mengupayakan angklung untuk ditetapkan dengan resmi sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, angklung perlu untuk terus dilestarikan, dijaga agar tetap orang kita ini bisa memainkannya dan merasa memilikinya. Dan kepada siapa lagi selain kepada generasi muda. Sedangkan usia sekolah dasar, dilihat dari mulai terbukanya usia kecerdasan dan awal kematangan mereka adalah saat yang tepat dan mendasar bagi para generasi muda dalam mengenali dan mencintai budaya negerinya. Oleh karena itu, seyogyanya angklung, khususnya di wilayah Jabar ini mulai dikenalkan diajarkan dilatihkan kepada siswa siswi sejak di sekolah dasar.

Dan Alhamdulillah, di sekolah yang saya bekerja di sana, angklung telah tersimpan rapi di ruangannya. Hanya tinggal menyentuhnya, memperdengarkan bunyinya, dan menyanyikan lagu kebahagiaan dengannya. Saya pun, yang sangat awam dan belum mastery angklung mulai tertarik untuk mempergunakannya. Dan hasilnya, benar-benarlah para murid sangat tertarik.... Saya pun menjadi sangat antusias untuk terus melatih mereka. dan lihatlah mata mereka berbinar , cahaya semangat, menatap saya tiap harinya: "Bu, kapan kita latihan angklung lagi?"

Saya pun tak sabar ingin melihat dan mendengarkan mereka membunyikan angklung kesayangan. Kini anda bisa melihat video kami belajar angklung bersama. Walau permaianan kami ini masih sangat sederhana (baru bisa segitu-gitunya :D) tapi semogalah memberi pencerahan pada anda, bahwa angklung itu akan terdengar indah jika dimainkan, bukan didiamkan! Hehe. Dan mari selalu memanfaatkan apa-apa yang telah tersedia bagi kita. Para guru, tanamkan sikap percaya diri bagi mereka, para penerus kita, kebanggaan bangsa!
Please watch us here! :)

Latihan Angklung Lagu Bangun Pemuda Pemudi



PERSIAPAN LT 2: MASAK RIMBA "Ngaleumeung"

Bulan september ini jadwal kegiatan sekolah amat padat.
Aku yang belum terbiasa menghadapi serentetan agenda : lomba seni "nge-gondang", seminar karya tulis ilmiah lintas kecamatan selama dua hari, seminar seni di kota tasikmalaya, dan yaaaaaaang terbesaaar adalah Kegiatan Pramuka Lomba Tingkat Dua selama tiga hari di Buper Cikabuyutan, Cikalong.

Mengurus dua saja, bukan soal mudah, tapi soaaaal asyiiiiikk!!! ^_^
Hehe.
Yuk ikutin ceritaku yang satu ini, "masak nasi ala rimba" ngaleumeung.

Ada pengalamankah aku sebelumnya? NO!
Karena gak ada pengalaman, ya aku cari tahu.
Googling!
Sederetan tulisan orang lain tentang masak rimba pun mengantri untuk kubaca. Namun sayang, aku belum ngerti juga.
Alhasil, next kutanyakan pada seorang bapak siswaku, yang (baru kutahu) pengalamaaaan nya wuaaaaaahhh banget (soal ilmu di alam bebas)!!
Dan, Alhamdulillah, i get something i need and i am looking for.
Jadi gimana aja catatanku tentang masak rimba ini?
Ini dia.

Masak rimba bahan dan alat yang dibutuhkannya mesti dari alam.
Alat yang kita butuhkan:
1. Ruas bambu yang masih seger seukuran kurang lebih 50 cm; 40 cm di atas ruas (buku) bambunya, dan 10 cm di bawahnya. Ukuran dan bentuk seperti ini penting karena nantinya akan menentukan atau berpengaruh pada masakan; akan matang dengan sempurna sedap atau matang sebagian dan gosong dibagian lainnya. Hehe.

2. Kayu bakar yang cukup banyak. Pokoknya sediakan banyak aja, biar segera matang! Bisa juga dibantu dengan batok kelapa dan tapasnya. Uhhhh, pemilihan bahan bakar ini memengaruhi aroma masakan juga lho! ^_^

3. Pemantik api. Gasoline atau korek api.

4. Sedok nasi atau sendok makan yang bersih.

5. Daun pisang untuk alas dalam beras nantinya. Yang lebih baik, ada namanya daun congkok, yang panjaaaaang dan beras bisa lebih mudah diatur didalamnya.

6. Wajan untuk membersihkan beras atau kebutuhan membumbuinya, dan untuk kebutuhan lainnya.

7. Kipas Bambu. Kek tukang sate gitu deh ya, hehe.

Bahan - bahan yang perlu disiapkan
1. Beras
2. Air bersih
3. Bumbu masakan: garam, atom, bawang daun, serai, daun salam (disesuaikan dengan selera)

Langkah-langkah memasak
1. Bersihkan beras dan siapkan tempat pembakaran.
2. Bumbui beras dalam wajan
3. Siapkan bambu, bersihkan tanpa menggunakan air, dan letakkan daun di dalamnya dengan rapi, boleh disisakan dibiarkan melambai keluar.
4. Masukkan beras yang sudah dibumbui tadi, tambahkan serai dan daun salamnya (bisa juga pakai daging cincang dan lainnya kalau suka)
5. Masukkan air ke dalam bumbu tadi, sebuku jari atau lebih dari ukuran beras.
6. Tutup bambu dengan daun yg melambai keluar tadi, atau pakai daun pisang lainnya. Dengan cukup rapat ya! ^_^
7. Letakkan bambu tersebut di tengah tempat pembakaran dengan posisi berdiri. Gunakan insting kreatifmu yah!
8. Jaga api tetap menyala, tunggu masakanmu matang dengan sikap gembira. Nikmati masa-masa sulit memasak dengan nyanyian riang bersama teman-teman.
9. Sekitar 20 menit, masakan diperkirakan sudah matang. Lihat tanda-tandanya: keluar buih dari dalam bambu, bagian bawah ruas bambu sudah mulai kehitaman gara-gara terbakar.
10. Keluarkan masakan dengan cara menarik daun tadi dengan hati-hati. Kalau lancar, berarti GREAT! YOU DO A GOOD JOB!!!
Nah kalau kesulitan gimana? Belah aja bambunya dengan golokmu dengan hati hati tentunya, kan masih panas juga tuh bambunya. Hehe

Alhamdulillah, itu dia ilmu baruku tentang masak rimba "ngaleumeung". I have tried it with my kids at our school in an exercising for LT 2. Dan kami amat sangat bergembiraaaa!!! ^_^
Asyik, coba juga di sekolahmu ya!
Jangan takut mencoba!
Boleh share juga ceritamu di sini, di kolom komentar ini yaaahhh.
Salam zestful!

MEMPERSIAPKAN ANAK UNTUK MENGIKUTI LOMBA PIDATO

Jadi guru SD, atau guru sekolah apapun di mana pun tentu pernah mendengar (walau tidak semuanya, merasakan) bagaimana susah senangnya mempersiapkan melatih peserta didik calon peserta perlombaan pidato, salah satunya.

Saya adalah seorang guru baru, muda, dan berada di lingkungan guru-guru yang senior yang hampir selalu memercayakan urusan kepada yang muda. Di awal-awal masuk kerja sudah disuguhi perintah menyiapkan anak untuk lomba PAI, salah satunya yang akan saya ceritakan di sini adalah mata lomba Pidato.
Pastikan sobat sebelum meneruskan membaca artikel ini sudah pernah baca artikel saya yang berjudul Arti pidato secara sederhana ya! Hehe, karena berangkat dari pandangan itulah saya mulai melatihkan anak berpidato.

Nah, baiklah mari lanjutkan membaca bagian ini.
Langkah saya pertama tentu saja bertanya, mencari tahu siapa calion peserta kepada guru PAI disertai penguatan dari guru senior lainnya. Tentu saya verifikasi lagi dengan syarat-syarat yang saya butuhkan, seperti:
  1. Bagaimana mentalnya, pemberani atau pemalu?
  2. Bagaimana suaranya, keras lantang dan berkarakter (enak didengernya gitu deh maksudnya) atau halus lembut dan volume rendah?
  3. Bagaimana bacaan Al-Qurannya? (Ini penting, dan bisa dilatih setelah dua poin di atas terpenuhi)
  4. Bagaimana kesehariannya di kelas dan di luar sekolah? (Ya setidaknya beberapa karakter alamiahnya nanti akan turut menentukan apakah pelatihan yang diberikan bisa dilanjutkan menjadi bakat prestasinya kelak)
 Setelah proses bertanya kepada yang lebih tahu soal si calon peserta barulah tentukan langkah selanjutnya. Saya bisa memberi mereka beberapa pengalaman menyoal pidato, yaitu membaca dan menonton contoh.
Dok pribadi: acara nonton bareng
Dok pribadi: Cari bacaan ke perpus
 Setelah dirasa anak mendapat inspirasi, atau rasa ingin tahunya terpancing, barulah sambut semangatnya dengan baik.
  • Beri teks pidato
  • Beri jeda waktu dia memahami pidato, mencoba membacakannya (sampai agak hafal), dan berekspresi dengannya, dengan sendirinya
  • Barulah, beri evaluasi dengan pelan-pelan. 
  • Tak lupa, beri dia banyak support dan saran yang menyenangkan!
Demikian cerita saya, tunggu kelanjutan ceritanya di tulisan berikutnya yah! InsyaAlloh meluncur beberapa contoh pidato yang saya pernah berikan pada anak didik saya dan dilombakan.
Semoga tulisan ini memberi sedikit pencerahan, banyak manfaat untuk kita semua.
Aamiin. And, thanks for reading!

ARTI PIDATO SECARA SEDERHANA


Kata pidato sudah tidak asing lagi di telinga kita, tua-muda, termasuk anda yang sedang mencari arti dari kata tersebut. Pidato tampaknya hanyalah suatu kegiatan berbicara, membicarakan sesuatu, atau memperdengarkan sesuatu kepada khalayak. Terlihat mudah. Tapi, apakah anda termasuk seseorang yang seringkali ditugaskan membuat pidato, tapi kadang mandeg mau ngomongin apa? Jika itu terjadi, kita harus kembali pada satu Tanya: Apa sebenarnya pidato itu? 
Foto Pribadi: Para Muballig di acara pernikahan

Langsung saja yuk kita bahas, apa sih pidato itu? 

Berikut ini saya sertakan arti-arti pidato dari beberapa bahan bacaan. 
  • Di kamus bebas Wikipedia, pidato diartikan sebagai sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. 
  • Di blognya Ilmu Pengetahuan, pidato diartikan sebagai suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. 
  • Lain lagi, pengertian pidato dari blognya Pengertian Ahli. Ia menuliskan bahwa pidato adalah salah satu bentuk cara penyampaian/pengungkapan pikiran secara lisan dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan, untuk membujuk atau menyampaikan informasi yang ada, memberikan hiburan dan memberikan perintah yang memerlukan kemahiran dasar, antara lain: mampu mengungkapkan pikiran secara lisan dengan lancar, menguasai retorika atau gaya berbicara dengan bahasa yang baik dan benar, dan memiliki keberanian tampil di muka umum. 
  • Di blognya Kelas Indonesia, dituliskan bahwa pengertian pidato adalah suatu kegiatan menyampaikan suatu ide, nasihat, gagasan, pesan secara lisan di depan orang banyak yang bersifat satu arah dan digunakan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan sesuatu, atau menghimpun suara, menggugah pikiran dan semangat para audiens 
Sudah cape membaca? Tahan dulu ya!
Kita perlu menemukan benang merah dari pendapat-pendapat di atas. Anda bisa bersetuju atau tidak, saya sendiri menyimpulkan bahwa arti pidato secara sederhana adalah sebagai berikut: 

Pidato, secara sederhana, dapat diartikan sebagai suatu cara berkomunikasi dengan orang banyak secara lisan dan terencana. 


Kenapa cara berkomunikasi? Karena bukankah komunikasi suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain? Dan tentu saja ia harus memiliki tujuan yang jelas. 

Persoalan berpidato sesungguhnya yang saya pahami adalah persoalan bagaimana mengomunikasikan sesuatu kepada orang banyak. Karena itu, sebelum berpidato kita perlu merencanakan apa inti yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikan pemikiran tersebut kepada begaimana audiens nanti. Selesai. 

So, itulah pengertian pidato secara sederhana. Semoga bermanfaat, khususnya semoga pidato yang akan anda sajikan lebih baik lagi, lebih tepat sasaran dan tujuannya! Keep Zestfull!

TIPS AMAN MENGGUNAKAN WIFI GRATISAN!

Pas lagi banyak tugas kuliah dan butuh akses internet yang cepat! Tapi modem pribadi sayang kalau dipake? Bersegeralah akal mencari-cari di mana bisa dapetin WiFi gratisan. Sampai rela bangett bermukim bermalam di kampus juga. Ups! Itu sih cerita jamanku dulu ya, kawan. (Walau sekarang juga mungkin masijh ada lah ya yang hunting kek gitu? )

Asyik sih, gratisan, tapi WiFi hospot apalagi umum itu gak sepenuhnya aman ternyata, sob.
Ancaman virus kompi sampai pencurian identitas mengintaimu. Mau?
So, kita musti hati-hati ya. Ketahui cara-cara aman ber WiFi, agar bisa tetap nyaman online dan dapetin kebutuhan kamu lewat akses aman di internet. Lanjutkan bacanya sob!

Ini dia beberapa langkah atau tips yang semoga saja bisa membantu mencegah bahaya dari berWifi gratisan.

  1. Pastikan layanan Hospot yang dipakai disediakan oleh pengelola tempat. Konfirmasikan nama WiFi hotspot yang disediakan kepada petugas cafe/hotel atau tempatmu berada.
  2. Saat mengakses internet di jaringan publik, pastikan situs yang kamu buka menggunakan "https://". Selain itu, pastikan juga ikon gembok pada address bar di browser telah aktif. Karena ini menunjukkan koneksi SSL aktif, dan nantinya informasi yang kita kirim dan terima akan aman dan tak terbaca orang lain.
  3. Gunakan software antivirus yang up-to-date. Aktifkan juga fasilitas Firewall dari sistem OS kamu.
  4. Jangan lupa nonaktifkan sharing data dan printer. Caranya pada windows, buka control panel, pilih network dan sharing center, lalu pilihlah Change Advance Sharing Setting. Klik "turn off file and printer sharing", dan turn off network discovery.
  5. Matikan WiFi saat tidak digunakan! Jangan sepelekan ini yah, Sob! JAngan biarkan ada kesempatan bagi orang iseng buat beraksi ke komputermu!

Sekian tips agar aman saat menggunakan WiFi gratisan yang bisa saya share di sini.
Penting banget kita tahu, karena mencegah lebih baik daripada mengobati! Lebih hemat juga kan? Hehe.

Selamat mencoba ya, Dear Reader! ^_^

JUAL MANSET 20 CM DUA WARNA BOLAK BALIK

MANSET TANGAN DUA WARNA BOLAK BALIK via @bukalapak https://www.bukalapak.com/p/fashion/wanita/sarung-tangan-935/1wsi7s-jual-manset-tangan-dua-warna-bolak-balik?utm_source=apps

TIPS BERBUKA PUASA SEHAT

Kapan lagi coba bisa baca tulisan tentang "buka puasa" kalau bukan lagi puasa?
Makanya lanjutin bacanya yah! :D

Kalau kemarin aku baru posting tentang "Sahurnya Puasa Sehat" sekarang yuk nyari tahu gimana sih berbuka untuk puasa sehat.
Yum yum yum.

Buka puasa, seperti yang sering diperdengarkan di waktu ceramah, buka puasa adalah satu dari dua hal yang akan membuat orang yang berpuasa bahagia. Khusus yang puasanya lancar aja? Bahkan yang puasanya bolong pun kecipratan senengnya --- bahagianya lain lagi.
Saking senengnya, jajanan-makanan yang bervariasi warna, bentuk, dan aroma sudah mantap tersedia. Gak kenal dompet lagi tipis, biasanya yang lebih dekat adalah tipe "maksakeun, peupeuriheun" orang Sunda bilangnya begitu. Ada saja hal yang membuat orang yang akan berbuka puasa bahagia, lega.
Tapi, gak jarang jkuga sebagian dari kita malah kewalahan dengan hidangan berbuka, atau malah keduluan dengan rasa sakit lepas puasa. Ada apa?

So, simak saja tips berbuka yang bantu puasamu menjadikan badanmu sehat.
Here there are:

  1. Awali buka puasa dengan makanan yang lembut dan manis. Baca doa buka puasa dan basmalah tentunya.
  2. Perbanyak konsumsi cairan yang sehat dan menyegarkan untuk mengembalikan cairan yang hilang. Air putih segar. Minuman manis tanpa pengawet bisa menggantikan energi yang hilang dengna cepat.
  3. Jangan segera makan makanan berat! Berilah jeda minimal 15 menit (seukuran  sholat magrib lah ya).
  4. Makan secukupnya, jangan terlalu kenyang. Kunyahlah dengan baik dan sempurna lembut. Semakin lembut makanan dikunyah maka organ pencernaan kita akan hemat energi, sehingga nutrisi akan bertahan lebih lama dalam tubuh. Hemat, gak bikin laper teru, baper terus, makan terus! hehe.
  5. Setelah tarawih sampai menjelang tidur, perbanyak asupan cairan agar hidrasi tubuh tetap terjaga. 

Sekian tips berbukanya ya, dear! Oh iya, ikuti pesan berikut:
Jangan minum kopi dan teh secara berlebihan karena bisa menyebebkan tubuhmu cepat kekurangan cairan.
Konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung air itu bagus, kek semangka dan timun. 
Jangan takut berpuasa walau di bulan-bulan lainnya kamu sering terkena sakit.
Dengan aturan makan yang baik dan makanan yang sehat in sya Alloh puasa bakal membantu membuatmu sehat!
Berbuka yang betul, Puasa jadikanmu Sehat!