Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Contoh Teks Pembawa Acara Muda Mudi

Gambar
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه  الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ  Hadirin, teman-teman Rahimakumullah , mari kita bersama-sama panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahuwataala , Alhamdulillah. Dengan rahmat dan karunia-Nya, malam ini kita berkesempatan untuk kembali menghadirkan diri dalam kajian mingguan muda-mudi di Mesjid Albarokah.  Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan untuk baginda kita, Nabi penuh cinta, sayyidina Muhammad shallalahualayhiwasallam  untuk para sahabatnya, tabiin tabiatnya, dan kita semua, mudah-mudahan termasuk umatnya yang mendapat syafaatnya di akhirat nanti. aamiin  Teman-teman sekalian yang dirahmati Allah, saya akan menyampaikan susunan acara kajian mingguan kita malam ini, yaitu:  1. Pembukaan  2. Pembacaan Ayat Suci Alqu

HUJAN, PAYUNG, DAN GEROBAK

Gambar
Aku sedang berdiri di depan toko jam, menunggu hujan lebat ini reda. Suasana hujan begini membuatku melayangkan ingatan mengenang saat-saat berada di jalan itu bersama seseorang. Bagaimana kami pernah melewati toko demi toko, mencari barang yang pas. Pas di hati pas di kantong. Aku sering kali bimbang memilih barang, suka yang itu tapi takut harganya. Mau harga yang murah, tapi takut gak bisa kepakai lama dan perlu cepat diganti. Alhasil, tak jarang pencarian dari toko ke toko itu tak membawa apa-apa. Hanya lelah yang tersisa. Tapi, dia tidak pernah mengeluhkan itu. Dia biarkan anak perempuan semata wayangnya memilih sesuka hati, mungkin pembiarannya adalah agar aku benar-benar jeli sebelum menentukan, belajar bijak. Hanya ketika begitu keterlaluan, dia pun menarik napas panjang dan langsung bergegas menuju motor yang terparkir. Pulang tanpa banyak lagi bicara, kadang tahu-tahu barang itu kelak menjadi hadiah tak terduga. Ah! Tak terasa pipiku basah, masker juga.    "Tidak boleh m

KREM

Ubin-ubin itu seharusnya berwarna krem dan garis-garis pembatasnya adalah warna merah muda. Warna kremnya akan cukup menenangkan ketika berpadu dengan tembok putih. Setenang seorang wanita berbalut mukena putih berenda krem yang kini tengah bersimpuh sujud di barisan belakang mushalliin. Sujudlah dia dengan kekhusyukkan, merapatkan anggota sujudnya lekat di atas sejadahnya. Pendengarannya masih awas, sehingga ia mampu mengikuti gerakan imam yang jauh di depannya dengan tertib, tak mendahului juga tidak tertinggal. "Aku memohon ampunan padaMu Ya Allah Yang Maha Agung," ucapnya dengan suara merendah dalam aturan nafasnya yang pelan. Ia sungguh terlihat tenang. Oh begitulah orang yang merasa Rabbnya senantiasa mengawasinya. Ia berusaha taqarrub , mendekatkan dirinya dengan Rabbnya, menjauhkan pikirannya dari sibuknya dunia sebelum dan sesudah ia shalat, dan menjernihkan hati yang kian keruh ketika lepas dari mengingati Rabbnya. Srek Srek Srek! Di luar terdengar gaduh, suara-suar