BELAJAR DARI ELOKNYA BUNGA


Bunga pada umumnya indah. Membuat senang siapa pun yang melihatnya dan mencium harum baunya. Terutama ketika ia baru bermekaran dengan warna dan bentuk yang elok, kemudian merebakkan bau yang menyegarkan biasanya memberikan setruman energi yang lebih kepada penikmatnya. Jika ditelusuri lebih jauh, banyak sekali kekayaan yang tersimpan pada bunga. Tidak hanya untuk kepuasan jasmani; energi positif untuk penglihatan dan penciuman, lebih dari itu kita dapat mengambil hikmah untuk gizi rohani; spiritual.
            Masih ingat pelajaran IPA di sekolah dasar, pada bunga terdapat putik dan serbuk sari yang jaraknya begitu dekat. Tapi untuk proses regenerasi bunga tak dapat melakukannya sendirian, ia membutuhkan bantuan dari pihak lain. Seperti angin dan serangga. Untuk mendapatkan bantuan angin dan serangga tersebut, bunga haruslah membuat perhitungan yang tepat. Seperti untuk desain bunga, perhitungan bentuk dan ukuran, perhitungan waktu yang tepat, dan strategi menarik perhatian.
            Pernah memperhatikan bunga yang tersibakkan angin kemudian menjatuhkan butiran-butiran serbuk sarinya?
            Bunga harus memiliki perhitungan yang tepat untuk bentuk dan ukuran serbuk sari agar ia mampu ditiup angin dan jatuh tepat di kepala putik dengan selamat. Begitupun untuk kepala putik, harus didesain agar dapat menerima serbuk sari dengan baik dan memberikan tindakan selanjutnya. Jika tidak dengan teliti, tentu mustahil angin berhasil membantu proses penyerbukan. Lebih jauh lagi, ia juga arus memperhatikan berapa jumlah serbuk sari untuk tanaman sejenis lainnya (penyerbukan silang/tetangga) dan memperhitungkan jarak tempuhnya.
            Pernahkah memperhatikan sekuntum bunga yang dihinggapi seekor serangga?
            Untuk menarik perhatian serangga, bunga harus memiliki strategi jitu. Diantaranya ia mendesain dirinya sebaik mungkin dengan warna yang indah. Selanjutnya sebagai bentuk timbal balik, ia harus menyediakan sesuatu untuk serangga yang akan membantunya. Dari proses kimiawi pada mesinnya, ia menghasilkan nektar dan aroma yang efektif.
            Inilah sebagian pelajaran dari tanaman dan serangga. Keserasian, saling menguntungkan, dan saling melengkapi. Namun kita pula menyadari, tumbuhan tidak dapat berfikir, tidak dapat menghitung waktu, tidak dapat menentukan ukuran dan bentuk, begitupun kekuatan dan arah angin. Kita ketahui dan yakini dibalik sistem yang sempurna ini ada kekuatan yang Maha Besar. Dialah Allah Sang Maha Pencipta yang Maha Mengetahui. Allah SWT menegaskan keagungan penciptaannya ini salah satunya dalam Al-Quran surat Ad-Dukhan ayat 38 :“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan bermain-main”.
            Disadari atau tidak tumbuhan dan hewan menanggung beban untuk menggambarkan Keagungan dan Kebesaran-Nya yang Maha Tinggi dengan seni tanpa cela kepada kita sebagai manusia, agar manusia berfikir dan mengambil manfaat dengan sebaik-baiknya. Allah SWT menegaskan hal ini dalam Q.S Al-Baqarah ayat 164, yakni segala ciptaan-Nya yang di langit, di bumi, maupun di antara keduanya adalah bahan untuk manusia agar berfikir. Jadi, lebih dari sekadar menikmati keindahannya, tapi memikirkan kandungan bahkan sampai pada meneliti dan memahami pesan yang terkandung pada ciptaan-Nya.
            Semoga kita senantiasa selalu diberikan hidayah-Nya sehingga termasuk kepada Ahlul fikri wa Dzikri. Amiiin***


tulisan saya di kabar priangan edisi jumat, 21 desember 2012

Komentar