KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

 Ringkasan Sangat Sederhana tentang Materi Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
1. Pengertian Definitif, Dan Etimologi, Evaluation, Dan Measurement 
 Secara etimologis, kurikulum berasal dari kata currier (pelari) dan curere (tempat berpacu). Artinya, kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh seorang pelari untuk sampai pada garis finis dan mendapatkan penghargaan. Secara definitif, kurikulum itu sendiri adalah sejumlah mata pelajaran dan upaya penciptaan suasana belajar yang harus ditempuhnya untuk mendapatkan pengalaman belajar. Evaluation adalah upaya atau kegiatan yang dilakukan terus menerus untuk dijadikan pertimbangan dalam kelanjutan suatu oraganisasi atau kegiatan tersebut. Measuremen adalah pengukuran, di mana hasilnya tersebut dapat digunakan sebagai data atau informasi berguna dalam evaluasi. 
2. Mengapa calon guru harus mengembangkan kurikulum? 
Karena mengembangkan kurikulum adalah salah satu fungsi dari guru. Artinya, jika calon guru sudah mampu mengembangkan kurikulum di saat mulai mengajar itu akan mempermudahnya menguasai profesinya ke depan sebagai guru.
3. Fungsi Kurikulum: Integratif, Diferensiasi, Diagnosis 
Fungsi integratif berarti kurikulum sebagai alat pendidikan harus dapat membantu peserta didik menemukan dirinya secara utuh, sehingga dia dapat hidup sesuai dengan tuntutan masyarakat di sekitarnya. Fungsi diferensiasi berarti kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan individu yang berbeda-beda. Fungsi diagnosis adalah kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pengertian dan pemahaman kepada peserta didik untuk menerima dirinya, baik terhadap potensi yang dimilikinya maupun kelemahan – kelamahannya.
4. Landasan Kurikulum Filosifis Idealis, Realis, Dan Pragmatis 
Kurikulum berlandaskan pada filosofis idealis berarti substansi kurikulum itu dirancang untuk mengembangkan kemampuan berfikir, keterampilan bekerja. Karena pada dasarnya pendidikan menurut filosofis ini adalah bertujuan untuk mengembangkan peserta didika sesuai dengan sifat kemanusiaannya: berfikir dan berkarakter. Kurikulum berlandaskan filosofis realis berarti kurikulum berisi pengetahuan yang bersifat sains, sosial, maupun muatan nilai yang diorganisasikan dalam mata pelajaran (subject centered). Karena pada intinya pendidikan menurut paham ini diarahkan untuk dapat menyesuaikan diri dalam hidup dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Kurikulum berlandaskan filofosif pragmatis, muatan yang terdapat di dalamnya memuat pengalaman-pengalaman teruji dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Artinya kurikulum ini diupayakan agar siswa dapat memecahkan masalah masalah sosial yang terjadi untuk menyongsong kehidupannya saat ini dan masa depan lebih baik. Sehingga metode yang dikembangkan adalah metode inquiry discovery. 
5. Model Kurikulum: Ralph-Tyler, Zais, Dan Grass Root 
Model Ralph Tyler mengacu pada pertanyaan-pertanyaan yang merupakan pilar-pilar bagnunan kurikulum. Yaitu: pertanyaan berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai, jenis pengalaman untuk mencapai tujuan, organisasi pengalaman belajar, evaluasi. Model Zais, menekankan pada asal inisiatif itu datang/bermula, personil yang terlibat, bentuk kedudukannya, dan keputusan yang diambil personal tersebut. Ada tiga jenis yang dikembangkan Zais ini, model administratif, Grass Root, Model demokrasi. Misalnya pada model administratif yang paling mendominasi adalah administrator (pejabat) pendidikan, dan menggunakan garis komando (line staff model). Sering disebut sebagai top down model. Pada model Grass Root administrator tidak begitu mendominasi, sebab model ini berasal dari inisiatif guru karen kekhawatiran dan ketidak puasannya terhadap kurikulum. Model seperti ini barangkali cocok digunakan di negara bersistem desentralisasi pendidikan murni. Adapun model Demokrasi, perkembangan dari model grass root, yang berlangsung dari area yang kecil kemudian diteliti dan diamati sehingga menimbulkan gaya yang baru dari model semulanya.

Komentar