MASIH SERING LUPA BERDOA? KAPAN LAGI BISA MEMINTA

Ati Nurrohmah, UPI Kampus Tasikmalaya

Berdoa adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Allah swt. Allah berfirman dalam surah Almuminun (40) ayat ke 60 sebagai berikut: Wa qoola robbukum ud’unii astajiblakum innalladziina yastakbiruuna ‘an ‘ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesunggunya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. 

Seringkali kita lupa untuk berdoa adalah karena hasil dari berdoa itu jarang kita sadari telah, sedang, atau akan terjadi. Padahal kita yakini sepenuh hati, bahwa Allah adalah sebaik-baik yang menepati janji. Ayat di atas merupakan salah satu dari banyaknya ayat yang memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah swt, yaitu dengan berdoa. 

Dari makna secara harfiah saja dapat kita pahami pernyataan tegas dari ayat tersebut, yakni barangsiapa yang berdoa kepada Allah sebagai bentuk ketaatan, maka satu kemungkinan yang akan terjadi adalah janji Allah untuk memperkenankan doanya. Sementara itu, siapa tidak berdoa, tidak mentaati ayat ini maka akibatnya adalah ia termasuk golongan orang-orang yang menyombongkan diri yang balasannya tiada lain adalah sebuah tiket memasuki neraka jahannam. Iyadzan billah

Padahal jarang berdoa mengindikasikan adanya sikap acuh terhadap kebutuhan masa depan. Masa depan yang lebih serius, tiada lain masa depan di alam akhirat. Berdoa memintakan cahaya di akhirat akan dirasakan kemanfaatannya ketika mendapati kegelapan akhirat. Jangan salah, kegelapan juga akan kita dapati di akhirat yaitu ketika bumi diganti dengan bumi dan langit yang lain. 

Mari kita simak sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, ketika seorang yahudi menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw: “Dimanakah manusia pada hari bumi diganti dengan bumi dan langit yang lain? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “mereka berada dalam kegelapan di bawah (sebelum) Jisr (shirath/jembatan).” 

Dalam hadis yang lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud bahwa pada saat itu manusia diberi cahaya sesuai dengan tingkat amalan. Ada yang diberi cahaya sebesar gunung, dan ada yang lebih kecil dari itu, bahkan ada yang cahayanya kadang menerangi kadang padam. Bukankah ini sungguh menakutkan, pertanyaannya adalah cahaya yang seperti apa yang akan diberikan kepada kita? Allohumma sallim. 

Jika kita mau mengakui, amalan berdoa ini sungguh telah diajarkan sedari kanak-kanak. Namun terkadang setelah hafal lafadznya terkadang doa-doa ini jarang menyertai perbuatan yang dilakukan. 

Me, @DadahaGreenGarden
Padahal jika dibandingkan dengan amalan yang lain, berdoa termasuk ibadah yang mudah. Mengingat setiap hari, setiap waktu, kita selalu membutuhkan perhatian, kemudahan , dan kelancaran segala urusan, maka siapa lagi yang bisa menjadikannya demikian selain Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengurus. 


Satu lagi yang membuat berdoa adalah berharga adalah karena setelah dunia ditinggal, ketentuan ini tak lagi didapatkan. Maka jangan sampai lupa berdoa, karena kita tak tahu kapan ajal datang merampas kesempatan! Mari jadikan berdoa sebagai kebutuhan dan kebiasaan baik! ^_<

Tasikmalaya, Oktober 2014 **diterbitkan dalam buleltin MATAHATI No. 01/X/14

Komentar