DUMBPHONE: Be Smart or Stupid

Siapa yang tidak mengenal "smartphone"?
Si telepon pintar. Si kecil yang banyak sok tahu.
Hehe.
Bersyukur deh ya yang udah punya smartphone. Aktivitasmu jelas banyak terbantu olehnya. Nyari info lah, tips apa lah, atau banyak kemauan lainnya hampir bisa didapat dengan mudah diakses lewat smartphonemu. Termasuk nge blog ini. ^_^
Alhamdulillah. Teknologi semakin canggih. Gadget bahkan kek lebih pintar dari penggunanya. :(
Nah, dear reader, selain si pintar ini membantu, kita patut awas terhadapnya.
Jangan sampai hal-hal berikut kamu alami:
1. Ngga peduli sekitarmu;
2. Ketawa-ketiwi sendirian. Meski ada orang lain di dekatmu.
3. Jawab sapaan atau pertanyaan orang di dekatmu dengan asbun! Asal bunyi, asal-asalan.
4. Lupa aktivitas wajib, rutin, dan perlu.
Inget!
Setiap kita pasti gak suka dicuekin.
Gak suka jadi yang tak dianggap, gak penting.
Gak suka jadi kek kambing conge.
Sayang, gadget hampir memiliki semua yang dibutuhkan, semacam permainan, pertemanan, aplikasi keren buat nyoba-nyoba hal baru. Seakan lebih menarik dari pada:
Keluarga yang jelas bakal yang paling peduli.
Sahabat yang jelas-jelas nampak depan mata, segede gedenya wujudnya, aslinya.
Pekerjaan yang emang jelas menuntut untuk dikerjakan.
Padahal, dengan tenggelam dalam genggaman si pintar justru bakal banyak yang menjadi korban dari hidup kita:
1. Orang-orang asli yang asalnya peduli sama kita, yang perlahan kurang simpati gara-gara dicuekin.
2. Uang buat beli kuota, paket data, pulsa. Padahal dari mana dapet uang kalau gak kerja?
3. Waktu yang gak kembali. Sekalinya asyik sama gadget, lupa mandi, makan, ngerjain ini itu. Padahal semuanya menuntut untuk dikerjakan. Padhal setiap waktu akan diperhitungkan.
Astagfirullohal 'adzim..
So, dear readers, yuk sekarang kita lebih cerdas juga menghadapi si pintar.
Jangan sampai kita justru menjadi bodoh, nyebelin, ngeselin, malesin, hanya karenanya.
Lebih bijak.
Sekadarnya.
Toh terlambat balas komentar atau pesan di BBM, WA, LINE, FB, dan lain lainnya, gak bakalan bikin hidup kita hancur lebur kok.
Baik-baik saja selama kita masih bertahan dengan sikap: peduli sesama, sopan santun dijaga, ramah tamah.
Nah, sekian dari saya. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat ya, sob!
Buatmu, buatku juga. ^_^
Baarokallohu lii wa lakum.
******

Related Posts

DUMBPHONE: Be Smart or Stupid
4/ 5
Oleh