MEMPERSIAPKAN ANAK UNTUK MENGIKUTI LOMBA PIDATO

Jadi guru SD, atau guru sekolah apapun di mana pun tentu pernah mendengar (walau tidak semuanya, merasakan) bagaimana susah senangnya mempersiapkan melatih peserta didik calon peserta perlombaan pidato, salah satunya.

Saya adalah seorang guru baru, muda, dan berada di lingkungan guru-guru yang senior yang hampir selalu memercayakan urusan kepada yang muda. Di awal-awal masuk kerja sudah disuguhi perintah menyiapkan anak untuk lomba PAI, salah satunya yang akan saya ceritakan di sini adalah mata lomba Pidato.
Pastikan sobat sebelum meneruskan membaca artikel ini sudah pernah baca artikel saya yang berjudul Arti pidato secara sederhana ya! Hehe, karena berangkat dari pandangan itulah saya mulai melatihkan anak berpidato.

Nah, baiklah mari lanjutkan membaca bagian ini.
Langkah saya pertama tentu saja bertanya, mencari tahu siapa calion peserta kepada guru PAI disertai penguatan dari guru senior lainnya. Tentu saya verifikasi lagi dengan syarat-syarat yang saya butuhkan, seperti:
  1. Bagaimana mentalnya, pemberani atau pemalu?
  2. Bagaimana suaranya, keras lantang dan berkarakter (enak didengernya gitu deh maksudnya) atau halus lembut dan volume rendah?
  3. Bagaimana bacaan Al-Qurannya? (Ini penting, dan bisa dilatih setelah dua poin di atas terpenuhi)
  4. Bagaimana kesehariannya di kelas dan di luar sekolah? (Ya setidaknya beberapa karakter alamiahnya nanti akan turut menentukan apakah pelatihan yang diberikan bisa dilanjutkan menjadi bakat prestasinya kelak)
 Setelah proses bertanya kepada yang lebih tahu soal si calon peserta barulah tentukan langkah selanjutnya. Saya bisa memberi mereka beberapa pengalaman menyoal pidato, yaitu membaca dan menonton contoh.
Dok pribadi: acara nonton bareng
Dok pribadi: Cari bacaan ke perpus
 Setelah dirasa anak mendapat inspirasi, atau rasa ingin tahunya terpancing, barulah sambut semangatnya dengan baik.
  • Beri teks pidato
  • Beri jeda waktu dia memahami pidato, mencoba membacakannya (sampai agak hafal), dan berekspresi dengannya, dengan sendirinya
  • Barulah, beri evaluasi dengan pelan-pelan. 
  • Tak lupa, beri dia banyak support dan saran yang menyenangkan!
Demikian cerita saya, tunggu kelanjutan ceritanya di tulisan berikutnya yah! InsyaAlloh meluncur beberapa contoh pidato yang saya pernah berikan pada anak didik saya dan dilombakan.
Semoga tulisan ini memberi sedikit pencerahan, banyak manfaat untuk kita semua.
Aamiin. And, thanks for reading!

Komentar