BUKU CERITA ANAK TENTANG MAKANAN

 Bismillah. Alhamdulillah.

Tulisan ini lanjutan dari cerita sebelumnya di sini.

Buku yang kami baca untuk tema terkait makanan selanjutnya adalah berikut ini.

1. Buku Sahabat Kecil Rasul: Pencuri Buah Kurma

Di buku ini diceritakan seorang anak yang kelaparan, tapi miskin, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mencuri buah kurma di kebun saudagar kaya. Malangnya, dia kepergok pemilik kebun tersebut yang akhirnya memarahinya dan membawanya kepada Rasulullah shallallahu alayhi wasallam.

Dari covernya saja, buku ini sudah tampak lucu sekali bukan? Tampak jelas ekspresi sedih, menyesal, dan lapar. 
Dari buku ini, saya mencoba menjelaskan tentang betapa banyak orang yang susah untuk makan, ada juga yang mencuri untuk bisa makan. Sehingga, saya kemudian mengajak anak untuk bersyukur ketika makanan mudah didapat. Alhamdulillah. Dan menjelaskan secara sederhana, bahwa mencuri itu tidak boleh.

2. Buku Tupai-Tupai yang Bertengkar
Tidak jarang anak-anak bertengkar gara-gara makanan, bahkan orang tua. Ini tidak lain karena makan adalah urusan hajat seseorang untuk bisa bertahan hidup, atau memuaskan nafsunya. 


Ilustrasi buku ini sangat baik menjelaskan pertengkaran antara dua tupai memperebutkan satu biji buah ek dengan alasan yang berbeda. Satu tupai menginginkannya untuk bertahan hidup, karena kelaparan, sedangkan satu lagi menginginkannya hanya untuk memenuhi gudang persediaan makanannya. Alur ceritanya penuh ketegangan, dari mulai beradu kecepatan, dikejar beruang, terjatuh ke sungai, hampir diserang burung raksasa. Meski  keduanya mendapatkan bencana karena perkelahiannya dan sadar atas kebodohannya itu, akhir ceritanya keduanya mau berbagi.

3. Buku Kucing yang Serakah
Menyambung buku si tupai tadi, buku si kucing ini pas sekali menjadi bacaan kelanjutannya. bercerita tentang keserakahan seorang kucing.

Sebenarnya, kalau boleh dikata, kucing ini kucing yang cerdik. Dia dapat berpikir bagaimana cara agar dari seekor anak bebek itu dia bisa mendapatkan lebih banyak lagi daging dan telur sehingga akan membuat dia lebih lebih kenyang. 
Tapi tetap saja, serakah itu adalah perilaku yang tidak baik, bersama sikap itu ada keteledoran, ketidaksabaran, dan kebodohan. Sehingga pada buku ini pantas endingnya very sad, si kucing tidak mendapat apa-apa selain kerugian dan penyesalan.

4. Buku Kantong Raksasa Clay Si Tupai

Daripada serakah, lebih baik ingat sama orang lain, berbagi. Tapi bagaimana jika berbohong dan berkorban demi kebaikan seperti kisah si clay.

Clay kedatangan anak-anak tupai yang tersesat dan kelelahan. Clay sangat kasihan, akhirnya dia pun mencari makanan. Tapi setelah lama mencari, ia tak juga menemukan makanan. Dan beruntungnya, dia bertemu dengan Tuan Rubah yang baik hati yang mau membagikan anggur.
Tapi pembagian anggur itu tidak akan cukup untuk memberi makan lima anak tupai. Akhirnya, clay berbohong untuk mendapatkan tambahan anggur dengan menyembunyikan tiga anggur yang telah dibagikan padanya. Endingnya ceritanya sangat menarik. Kami setuju, setiap niat yang baik pasti akan berbuah baik juga. Meski saya tetap menekankan bahwa tidak boleh berbohong meski untuk suatu kebaikan. 

5. Buku Seri Selebritas Langit: Ali Si Pemanggul Gandum dan Haidar Tidak dilupakan Allah
Kisah Ali Si Pemanggul Gandum ini berusaha menjelaskan bahwa memberi sebaiknya tidak sengaja ditampakkan. Alias, disembunyikan itu lebih utama.


Terakhir pada kisah sahabat Haidar yang tidak kebagian bekal karena terlupakan. Suatu pesan berharga dari kisahnya, saat ia berkata, "sebaik-baik bekal adalah dzikrullah, ingat kepada Allah."

Inilah pesan tauhid yang semestinya kita miliki, makanan ruhani yang sering terlupakan.

Alhamdulillah, sekian beberapa buku yang dapat saya bagikan dengan ringkas dalam tulisan kali ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat,
Baarokallahu Fiek.





Komentar